Aksi Solidaritas Tempo di Makassar Ricuh, Jurnalis Alami Kekerasan

Ruang Makassar – Makassar, Selasa, 4 November 2025 – Aksi solidaritas yang digelar oleh Koalisi Advokasi Jurnalis (KAJ) Sulawesi Selatan di depan AAS Building, Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar, untuk mendukung majalah Tempo, berakhir ricuh dan menimbulkan kekerasan terhadap sejumlah jurnalis yang tengah meliput. Kegiatan ini sejatinya bertujuan untuk menunjukkan dukungan terhadap kebebasan pers dan menegaskan peran media sebagai pengawas sosial, tetapi sayangnya diwarnai insiden yang mengganggu jalannya aksi.
Latar Belakang Aksi
Aksi solidaritas ini dipicu oleh gugatan hukum yang diajukan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap majalah Tempo terkait pemberitaan yang dianggap menimbulkan kontroversi. KAJ Sulawesi Selatan menyatakan bahwa aksi ini merupakan bentuk perlindungan terhadap kebebasan pers dan dukungan moral kepada jurnalis agar tetap menjalankan tugasnya tanpa intimidasi.
Kronologi Insiden
Ratusan peserta aksi berkumpul di depan AAS Building sejak pukul 10.00 WITA dengan membawa spanduk dan poster bertuliskan tuntutan dukungan terhadap Tempo dan kebebasan pers. Aksi berlangsung damai pada awalnya, namun situasi memanas ketika sekelompok orang yang tidak dikenal mendekat dan mulai menghalangi jalannya aksi.
Sejumlah jurnalis yang sedang meliput insiden dilaporkan mengalami pemukulan dan intimidasi, sehingga beberapa dari mereka mengalami luka ringan dan harus dievakuasi sementara untuk mendapatkan pertolongan. Polisi dan petugas keamanan setempat segera turun tangan untuk mengamankan lokasi dan memisahkan pihak yang berkonflik, namun insiden ini menimbulkan kepanikan sementara di antara peserta aksi dan warga sekitar.
Pernyataan Resmi KAJ
Ketua KAJ Sulawesi Selatan, dalam keterangannya kepada media, menegaskan bahwa kejadian kekerasan terhadap jurnalis merupakan pelanggaran serius terhadap kebebasan pers dan hak dasar pekerja media. “Kami mengecam keras tindakan intimidasi dan kekerasan ini. Jurnalis harus dapat bekerja tanpa rasa takut, apalagi saat melakukan peliputan di ruang publik. Kebebasan pers adalah pilar demokrasi yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Dampak dan Reaksi
Insiden ini mendapat perhatian luas dari masyarakat dan komunitas media di Makassar. Beberapa organisasi pers menyatakan solidaritas terhadap jurnalis yang menjadi korban dan menyerukan penyelidikan yang adil agar pelaku kekerasan dapat ditindak sesuai hukum. Selain itu, aksi ini juga memicu diskusi publik mengenai pentingnya perlindungan terhadap pekerja media di tengah meningkatnya tekanan politik terhadap pemberitaan kritis.
Langkah-Langkah Ke Depan
Pihak KAJ dan organisasi media lainnya berencana untuk mengajukan laporan resmi kepada aparat penegak hukum serta meminta adanya pengamanan lebih ketat pada setiap aksi atau demonstrasi publik yang melibatkan media. Mereka juga menekankan perlunya pendidikan publik tentang kebebasan pers agar masyarakat memahami hak dan kewajiban jurnalis dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang.
Kesimpulan
Aksi solidaritas untuk Tempo di Makassar yang diwarnai kekerasan ini menjadi pengingat pentingnya menjaga keselamatan jurnalis dan menghormati kebebasan pers sebagai salah satu fondasi demokrasi. Insiden ini juga menegaskan bahwa meskipun media dapat menjadi sasaran tekanan politik, peran mereka dalam menyampaikan informasi yang benar dan kritis tidak boleh terganggu.