, ,

Deretan Proyek Mangkrak di Makassar, dari Karebosi Hingga RS Batua

oleh -538 Dilihat

Makassar, Sulawesi Selatan – Sejumlah proyek strategis milik Pemerintah Kota Makassar kini menjadi sorotan publik. Pasalnya, berbagai pembangunan yang digadang-gadang akan memberi manfaat besar bagi masyarakat justru mangkrak alias terbengkalai tanpa kejelasan penyelesaian.

Dari kawasan ikonik Lapangan Karebosi, proyek pasar modern, hingga pembangunan Rumah Sakit Batua, semuanya menyisakan tanya besar. Tidak hanya soal keberlanjutan proyek, tapi juga soal pengelolaan anggaran dan komitmen pemerintah dalam menuntaskan pembangunan yang telah lama ditunggu-tunggu masyarakat.

1. Lapangan Karebosi: Proyek Revitalisasi Tak Kunjung Rampung

Sebagai pusat aktivitas warga Makassar, revitalisasi Lapangan Karebosi semestinya menjadi prioritas. Namun, pengerjaan fasilitas umum di kawasan ini tak kunjung selesai. Rumput yang gundul, area jogging track yang rusak, dan fasilitas olahraga yang terbengkalai memperkuat kesan proyek ini ditelantarkan.

Warga pun mengeluhkan kurangnya ruang publik yang representatif dan nyaman. “Setiap hari ramai orang olahraga di sini, tapi kondisinya seperti tidak terurus,” ujar Andi, salah satu pengunjung.

2. Pasar Sentral dan Pasar Butung: Terjebak Proyek Tanpa Arah

Pasar-pasar tradisional yang hendak direvitalisasi menjadi pusat ekonomi modern juga mengalami hal serupa. Salah satu yang paling mencolok adalah Pasar Sentral, yang sejak beberapa tahun terakhir tak kunjung rampung karena tarik ulur antara pemerintah dan pihak pengembang.

Akibatnya, pedagang terpaksa berjualan di tempat yang tidak layak, bahkan sebagian memilih pindah ke lokasi lain. Padahal, pasar ini menjadi urat nadi ekonomi warga kecil.

3. Rumah Sakit Batua: Janji Layanan Kesehatan yang Gagal Terealisasi

Pembangunan Rumah Sakit Tipe C di Batua sempat menuai harapan besar, terutama bagi warga di wilayah timur Makassar. Namun sejak dicanangkan, proyek ini justru seperti hilang tanpa kabar.

Gedung setengah jadi dengan dinding kusam dan halaman yang dipenuhi rumput liar kini jadi pemandangan utama. Padahal, kebutuhan fasilitas layanan kesehatan masih sangat tinggi.

“Ini proyek sudah dari dulu. Tapi sampai sekarang tidak pernah dipakai. Sayang uang rakyat,” ujar Aminah, warga Batua.

Proyek
Proyek

Baca juga: Pemkot Makassar Lelang Nasional 9 Kursi Jabatan Eselon II

Apa Penyebab Proyek-Proyek Ini Mangkrak?

Beberapa faktor yang menjadi pemicu terbengkalainya proyek-proyek tersebut antara lain:

  • Masalah anggaran, termasuk dugaan penyalahgunaan atau keterlambatan pencairan dana.

  • Tumpang tindih kebijakan dan kepemimpinan, terutama saat terjadi pergantian wali kota atau kepala dinas.

  • Kurangnya pengawasan dan kontrol dari legislatif serta lembaga audit.

Tidak sedikit pula pihak yang menduga ada unsur mismanajemen dan konflik kepentingan antara pemerintah dan pihak ketiga dalam proses pengerjaan proyek.

Desakan dari Masyarakat dan Legislator

Sejumlah legislator DPRD Makassar mulai angkat suara terkait proyek mangkrak ini. Mereka mendesak Wali Kota agar segera mengambil langkah tegas.

“Ini menyangkut kredibilitas pemerintah kota. Jangan biarkan uang rakyat terbuang percuma hanya karena buruknya perencanaan,” tegas salah satu anggota dewan.

Masyarakat pun mulai ramai menyuarakan aspirasi melalui media sosial, mempertanyakan transparansi dan rencana penyelesaian proyek-proyek tersebut.

Harapan Warga: Selesaikan, Jangan Diabaikan

Warga Makassar berharap pemerintah tidak lagi menjadikan proyek pembangunan sebagai simbol politik semata. Proyek harus direncanakan matang, dikerjakan tuntas, dan bisa digunakan oleh masyarakat.

Apalagi di tengah kondisi ekonomi yang masih belum pulih sepenuhnya, fasilitas publik seperti rumah sakit, pasar, dan ruang terbuka hijau sangat dibutuhkan.

“Kalau memang sudah mulai, ya selesaikan. Jangan cuma jadi pajangan atau proyek foto-foto saat peletakan batu pertama,” ujar Hasan, warga lainnya.

Shoppe Mall

No More Posts Available.

No more pages to load.